Menurut Zoya Amirin, psikologi UI, dalam Detikhealth, onani merupakan perilaku seksual yang normal dan wajar. Menurutnya, onani dapat dilakukan dengan memperhatikan kebersihan kelamin dengan cara-cara yang tidak berpotensi melukai kelamin. Namun, yang menjadi masalah, apabila onani menjadi sebuah kebiasaan, hal tersebut harus segera dicegah karena terlalu banyak onani tidak baik bagi kesehatan fisik dan psikis. Di samping mudah lelah, kita juga akan merasakan ketergantungan.
Lalu bagaimana onani yang sehat itu? Berikut tips-nya.
- Kita perlu memperhatikan kebersihan alat kelamin. Oleh karena itu, cuci alat kelamin sebelum dan sesudah melakukan onani.
- Tidak melakukan aktivitas yang melukai. Dianjurkan untuk menggunakan pelumas khusus aktivitas seksual untuk mencegah iritasi. Bisa juga menggunakan minyak kelapa atau minyak bayi (baby oil). Yang harus diwaspadai adalah onani dengan menggunakan lotion atau sabun, karena dapat membuat kulit penis lecet.
- Berfantasi seksual untuk membantu ejakulasi. Tidak dianjurkan menonton film, melihat gambar, atau membaca tulisan yang berbau pornografi. Rangsangan yang diakibatkan ketiga aktivitas pornografi tersebut tidak baik bagi psikis seseorang.
- Menggunakan kondom. Sebaiknya, saat ejakulasi, jangan biarkan air mani berceceran di sekeliling tempat kita melakukan onani. Penggunaan kondom dapat membantu hal tersebut. Jika tidak, gunakan lapisan tissu untuk menampung air mani dan mengelap sisa air mani yang menempel di alat kelamin.
- Perhatikan frekuensi onani. Jangan berlebihan melakukan onani, misalnya berkali-kali dalam satu hari. Alangkah baiknya, onani dilakukan dalam frekuensi yang teratur atau bahkan seminim mungkin. Namun demikian, saat muncul gejolak untuk onani, tidak dianjurkan untuk menahan onani karena dapat mengganggu kesehatan psikis.
Demikian tips untuk melakukan onani dengan sehat. Selamat berfantasi! [fi]


0 komentar:
Posting Komentar