Berbagi

Berbagi
Curahkan isi hatimu. Jangan biarkan masalah berlarut. Bicara dan jangan pendam apa yang kamu rasa. Hubungi kita di sini agar masalahmu perlahan terasa ringan.

Berkomunitas

Berkomunitas
Jangan biarkan identitasmu membuat kamu tertutup. Cari teman-teman di sini. Saling menyapa dan berkomunikasi. Menjalin persahabatan atau bahkan pasangan.

Perluas Wawasan

Perluas Wawasan
VOU memberikan informasi yang berguna bagi kamu seputar kesehatan, sosial, hiburan, dan lain-lain. Kamu juga bisa berbagi ilmu.

Keblinger

Jangan Pinggirkan Homoseksual

| Kamis, 31 Januari 2013

Homoseksualitas memang selalu jadi sorotan. Kalau zaman dulu, mendengar atau menyebut "homo" itu sangat sangsi, jijik, dan tabu, lain halnya dengan sekarang. Saat ini, yang katanya era globalisasi, zaman modern, milenium ketiga, istilah "homoseksualitas" kian lumrah dan biasa terdengar di sekitar kita. Kaum gay dan lesbi, yang dulu biasa sembunyi dan menyembunyikan identitas mereka secara rapat, kini kian hari semakin berani buka-bukaan. Dalam istilah mereka, itu jujur dengan jati diri mereka sendiri.


Namun, apakah keterbukaan itu berarti kaum homoseks sudah diterima di masyarakat Indonesia? Jawabannya adalah tidak seratus persen benar. Memang, saat ini, pola pikir masyarakat yang semakin terbuka, kebebasan yang terbuka setelah demokrasi, intelektualitas masyarakat semakin tinggi, membuat gay, lesbi, biseksual, dan transgender (GLBT) 'sedikit' mendapatkan perhatian. Setidaknya menganggap bahwa GLBT itu ada, sama-sama manusia pula, bukan makhluk kelas ketiga seperti halnya beberapa dekade silam.

Akan tetapi, kaum GLBT masih saja tidak mendapatkan tempat yang nyaman di negeri ini. Betapa tidak, kontroversi masih saja menyeruak lebar. Dengan dalil agama, pendekatan psikologis dan sosiologis yang timpang, GLBT masih dianggap hal yang aneh, tidak lazim, bahkan cenderung berpenyakit bahkan penuh dosa. Siapa yang bisa menilai itu semua? Mulai dari agamawan yang biasanya paling gencar memfatwakan GLBT dosa, menyimpang, dan lain sebagainya seolah-olah mereka--di luar GLBT--adalah para penikmat surga yang pantas.

Dalam prospektif medis dan psikologis, GLBT masih saja direspon secara beragam, artinya sudah ada yang memahami bahwa itu bukanlah suatu abnormalitas, namun masih saja banyak yang mengatakan itu kelainan seksual, psikologis, penyimpangan, bahkan penyakit yang menular lewat kontak fisik, bekas minum, bahkan pergaulan. Hah, betapa lucunya.

Ternyata ada yang harus berubah dari pola pikir masyarakat Indonesia. Atas nama adat ketimuran, mayoritas bilang bahwa kondisi ketertarikan seksual antara lain jenis adalah yang paling benar. Padahal, kita tengok adat Jepang, Korea, yang tidak menabukan homoseksual bahkan melegalkan konten porno gay dan lesbi. Apa mereka bukan negeri Timur? Namun, bukan berarti Indonesia harus mengikuti mereka yang melegalkan konten pornografi yang merusak otak. Yang mesti ditiru adalah pola pikir masyarakatnya yang semakin terbuka sehingga dapat memahami bahwa GLBT adalah kondisi seseorang yang dibawa dan dibentuk BUKAN atas kehendak orang tersebut. Beragam faktor, mulai lingkungan keluarga, asuhan orangtua, genetika, yang semuanya bermuara pada satu hakikat, itu semua adalah kehendak Tuhan YME.

Masihkah kita akan meminggirkan saudara kita?

1 komentar:

{ Blogger } at: 24 Februari 2020 pukul 11.23 mengatakan...

Do you understand there is a 12 word phrase you can speak to your partner... that will trigger deep emotions of love and instinctual attractiveness to you buried within his heart?

That's because hidden in these 12 words is a "secret signal" that fuels a man's instinct to love, admire and guard you with his entire heart...

===> 12 Words That Trigger A Man's Desire Response

This instinct is so built-in to a man's brain that it will drive him to work harder than ever before to do his best at looking after your relationship.

Matter of fact, fueling this powerful instinct is so mandatory to getting the best ever relationship with your man that the moment you send your man one of these "Secret Signals"...

...You'll soon find him open his soul and mind to you in such a way he haven't experienced before and he will perceive you as the one and only woman in the universe who has ever truly understood him.

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 Voice of Us | Design by Dzignine